tebakan lpse , #bus apa ?

bis-lpse.jpg

Gambar bus diambil dari :http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/cars/credo_ebone_bus_09.jpg
Disclaimer :
gambar tersebut merupakan hasil editan,jika ada yang keberatan tentang gambar diatas maka akan dihapus 

” hoki itu ada di LPSE “, kisah nyata pengguna SPSE (Sistim Pengadaan Secara Elektronik)

 cartoon.png

kali ini kita jumpa dalam bimshow (berita inspirasi menarik show ) 😀 #episode1

Kisah ini adalah kisah nyata para pengguna SPSE dikisahkan pada lelang seragam pada LPSE Universitas Airlangga bimshow mewawancarai salah satu pemenang lelang ,berikut hasil wawancara bimshow ke bapak Andi  selaku pemenang tender

Bimshow : Oke siapa nama bapak ?
Vendor : Nama saya andi pak.
Bimshow : Bapak bergerak dibidang apa ?
Vendor : suplier seragam.
Bimshow : Kalo boleh tau apa nama vendor bapak ?
Vendor : Saya perwakilan PD BINTANG waktu administrasi lelang di LPSE Unair pak.
Bimshow : Berapa lama anda menjadi pemain tender ?
Vendor : 2 tahun lelang konvensional dan 3 tahun LPSE.
Bimshow : Bagaimana mindset bapak awalnya terhadap LPSE ?
vendor : Dari awal, tanggapan saya terhadap adanya LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) positif pak, karena saya rasa dengan elektronik / LPSE lebih enak , jangkauan lebih luas, posisi saya di bandung bisa ikut di jakarta,ikut di surabaya,ditempat lainnya dan meminimalisir kecurangan – kecurangan yang mungkin bisa terjadi dalam pelelangan.
Bimshow : Coba ceritakan bagaimana perusahaan bapak memenangkan tender di LPSE Unair ?
vendor : Saya awal masuk LPSE unair melalui tender di LPSE UNAIR tahun 2013 , baru sekali nyoba langsung dapet,langsung menang hehehe,sebelumnya saya belum pernah masuk ke lpse unair dan ditahun 2014 ini saya bersyukur bisa menang lagi.
Bimshow : Waktu lelang kemarin berapa kali anda upload file penawaran ?
Vendor : 1 kali pak langsung masuk file penawarannya, ukuran upload file saya sekitar 35 mb.
Bimshow : Berapa Lama itu ?
Vendor : Waktunya kira – kira 45 menit saya upload jadi harus dipantau terus biar ngga gagal hehehe, waktu upload pagi jam 10 -11.
Bimshow : Kalo koneksi internetnya pake apa pak ?
Vendor : Saya pake salah satu vendor internet rumahan dgn paket unlimited.
Bimshow : Harapan anda terhadap lpse ?
Vendor : LPSE makin maju ,yang lebih baik, yang bisa resume untuk uploadnya, dan sedikit curhat nih bahwa   dalam  tahap aanwijzing  panitia diharapkan lebih jelas dalam menjawap pertanyaan (kadang jawapan panitia kurang jelas terhadap pertanyaan).
Bimshow : Ok pak , terimakasih atas wawancaranya , oh iya boleh minta foto pak?
Vendor : Boleh dong.

kisah-lpse.png

Bapak Andi

jadi dari pengalaman bapak Andi optimisme LPSE tetap harus ada. Ayo para pengguna LPSE siapkan diri, siapkan mental dan siapkan pengetahuan. Ikuti lelang di LPSE dengan penuh optimisme seperti bapak Andi ini .

salam LPSE untuk Indonesia,#Bimshow

(ybs sudah setuju cerita dan pengalamannya nya untuk di upload dan disebarluaskan oleh lpse.blog.unair.ac.id )

Launching aplikasi buku tamu LPSE UNAIR

Dalam rangka peningkatan pelayanan LPSE Universitas Airlangga maka keharusan untuk menggunakan ICT dalam pelayanan sudah sangat mutlak dibutuhkan ,

img_20140423_083429.jpg

Gambar 1 tampilan buku tampu di ruang penerimaan tamu

img_20140423_083450.jpg

Gambar 2 tampilan buku tampu di ruang penerimaan tamu dilihat secara jauh

Buku tamu adalah salah satu fungsi sentral dalam dokumentasi sebuah unit kerja  maka penggunaan aplikasi buku tamu untuk lpse   diperlukan untuk meningkatkan kecepeatan pelayanan aplikasi,fungsi statistik dan monitoring dan kebutuhan lainnya oleh internal manajemen organisasi . buku tamu ini mulai digunakan sejak april 2014 di LPSE Universitas Airlangga .

apa itu LPSE

Apa itu LPSE ?

Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) adalah suatu unit yang melayani proses pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan secara elektronik.

Fungsi LPSE

LPSE akan menjalankan fungsi sebagai berikut :

  1. Mengelola sistem e-Procurement
  2. Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
  3. Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
  4. Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa

Langkah-langkah membentuk LPSE

  1. Membentuk tim/gugus tugas untuk menyiapkan LPSE
  2. Menyusun perangkat peraturan untuk implementasi e-Procurement, antara lain :
    1. Peraturan tentang Pembentukan Tim
    2. Peraturan tentang Implementasi e-Procurement
    3. Peraturan tentang Organisasi Unit LPSE
  3. Menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk beroperasinya LPSE, yaitu :
    1. Ruangan
    2. Server
    3. Komputer
  4. Jaringan internet
  5. Menyiapkan SDM pengelola LPSE
  6. Menyelenggaraan sosialisasi kepada satuan kerja dan Penyedia
  7. Melakukan pelatihan kepada pengelola LPSE, PPK/Panitia dan Penyedia

Mendirikan LPSE

Perpres 54 tahun 2010 menyebutkan bahwa LPSE merupakan unit kerja yang menyelenggarakan pengadaan secara elektronik.  LPSE mengoperasikan sistem eprocurement SPSE yang dikembangkan oleh LKPP. SPSE dikembangkan dengan semangat free license sehingga diberikan secara gratis ke instansi. SPSE juga menggunakan sofware-sofware free license baik database (Postgres) dan sistem operasi (Linux). Instansi cukup menyediakan anggaran untuk perangkat keras, akses internet, sosialisasi, dan training.

Tim LPSE dan Unit LPSE

LPSE-LPSE yang telah berdiri sebagian besar masih berupa tim ad hoc yang berasal dari unit-unit kerja yang berbeda.  Tim ini umumnya di bawah koordinasi biro umum, biro administrasi pembangunan, Bappeda, atau dinas kominfo. Tidak ada ketentuan baku tentang penempatan tim LPSE di dalam struktur organisasi pemerintahan.

Pembentukan LPSE sebagai tim akan mempercepat implementasi. Pada awal implementasi, jumlah paket yang dilelang relatif sedikit; belasan paket mungkin. Selain melaksanakan e-procurement, tim LPSE bertugas juga untuk mempersiapkan unit kerja permanen, LPSE. Umumnya pembentukan unit kerja ini memerlukan waktu 1 tahun anggaran.

Tim LPSE jauh lebih mudah dan cepat dibentuk karena hanya perlu SK dari pimpinan instansi. Sementara itu pembentukan unit kerja LPSE memerlukan koordinasi dengan unit-unit lain misalnya biro kepegawaian dan biro hukum. Lebih jauh lagi, pegawai-pegawai yang menempati posisi di unit LPSE merupakan mutasi dari unit-unit lain yang memerlukan koordinasi dan persetujuan dari pimpinan unit yang bersangkutan.

Berdasarkan pengalaman, tim LPSE berjalan selama satu atau dua tahun. Berikutnya unit LPSE terbentuk sebagai unit permanen. Di Kementerian Keuangan, LPSE merupakan unit (Pusat LPSE) eselon 2 di bawah Sekretariat Jenderal. Di Provinsi Jawa Barat, Balai LPSE berada di bawah Dinas Kominfo. Anggota tim LPSE, setelah terbentuknya unit LPSE, umumnya akan mengisi posisi-posisi di LPSE. Berita gembiranya, sebagian besar naik jabatan.

Mempersiapkan Unit LPSE

Setelah tim LPSE terbentuk, tim ini dapat melaksanakan e-procurement. Di samping itu, tim ini juga perlu mempersiapkan pembentukan unit LPSE yang permanen. Untuk mendirikan LPSE diperlukan langkah-langkah antara lain

  1. Menyusun SK pembentukan LPSE yang di dalamnya terdapat
    • Struktur organisasi LPSE
    • Deskripsi kerja
  2. Membersiapkan organisasi LPSE, antar lain
    • Mempersiapkan ruangan
    • Pengisian pos jabatan di LPSE. Ini bisa dikoordinasikan dengan biro kepegawaian

Draft Regulasi

LKPP telah membuat draft regulasi terkait LPSE dan penerapan e-procurement. Silakan download pada link di bawah ini.

  1. Penerapan E-Procurement
  2. Pembentukan Tim LPSE
  3. Pembentukan Unit Kerja LPSE

sumber : http://lpse.blogdetik.com/